tips belanja hemat

Baca ini Kalau Kamu Sering Membeli Produk Diluar Perencanaan

Mungkin kita pernah jalan-jalan ke mall, terus kita membeli sesuatu diluar perencanaan kita padahal niatnya dari rumah hanya ingin jalan-jalan dan sekedar makan. Mungkin itu salah satu contoh kecil impulsive buying. Bahkan ada yang sampai shopaholic dan biasanya shopaholic ini terjadi pada kaum hawa. Jadi sebetulnya ketika seorang pelanggan mengambil keputusan pembelian seperti itu secara mendadak, biasanya karena dipicu oleh emosi dan perasaan.

impulsive buying
sumber foto: https://pexels.com

Impulsif buying itu didasarkan pada pemikiran yang tidak rasional. Ada kemungkinan bahwa kita akhirnya melakukan pembelian produk setelah memasuki mall tanpa ada maksud dan niat membeli sebelumnya. Jadi bagi para impulsive buyer ini lebih megedepankan kepuasaan atas pembelian yang dilakukan dari pada manfaat barang itu sendiri. Dalam bidang psikologi ini disebut juga dengan perilaku hedonistik. Adapun tips untuk menghindari impulsive buying adalah:

  • Jangan Pergi Ke Mall disaat kita Stres

Karena stres akan membuat otak kita tidak bekerja dengan rasional, tetapi otak kita bekerja dengan hati. Tidak usah mencari jauh-jauh, di sekeliling kita dengan mudah kita bisa temui orang-orang yang berpikir dengan hati. Ya, dengan hati bukan dengan pikiran. Mereka adalah orang-orang yang cenderung membuat keputusan dan bertindak berdasarkan apa yang mereka rasakan, bukan apa yang mereka pikir paling rasional.

  • Buatlah Urutan dan Skala Prioritas

Akal sehat kita akan berpikir apakah barang tersebut memang kita perlukan untuk saat ini?  Apakah ada keperluan lain yang lebih penting? Dengan membuat dan mengurutkan skala prioritas kita akan lebih mudah untuk mengingat barang dan keperluan mana saja yang harus kita miliki, jika kita tidak membuat skala prioritas, tentunya kita akan mudah terpengaruh oleh manisnya rayuan mba-mba sales cantik yang kalimatnya manis-manis membuat kita diabetes

  • Alihkan pandangan dan sediakan waktu untuk berpikir

Biasanya tiba-tiba kita merasa ingin membeli suatu barang yang baru saja kita lihat, jangan langsung membayarnya. kita bisa berbelanja barang kebutuhan lain saat tengah berada di supermarket atau toko fisik lainnya. Jika sedang berbelanja online, coba menutup aplikasi dan lanjutkan kegiatan kita sehari-hari. Biasanya, keinginan impulse buying akan mereda ketika pikiran kita terfokus pada hal-hal lain.


Baca Juga : Sikap Defensif hanya Akan Merugikan Diri kamu Sendiri


Faktor Yang Memengaruhi Kita Berperilaku Impulsive Buying

tips belanja hemat
sumber foto: https://pexels.com
  • Lingkungan Tempat Belanja

Musik backsong di suatu tempat perbelanjaan membuat kita nyaman, betah dan ingin berlama-lama disana apalagi kalau ada lagu kaporit favorit kita, beuuh. Betah deh pokoknya. belum lagi aroma aroma yang khas pusat perbelanjaan seperti mall itu bikin adeem. hanya karena suasana lingkungan yang luas dan nyaman. Makanya banyak sekali godaan saat kita memasuki pusat perbelanjaan, karena jika lengah sedikit, semua hal bisa menarik mata kita, seolah produk produk disana memanggil kita, “Ayo lihat aku, pegang aku, sentuh aku”. Produk ya yang berteriak, bukan mba-mba spg nya.

  • Packaging dan Penampilan Produk

Pernah ngga sih kita membeli baju di mall, pas dilihat dan dicoba disana bagus, tapi pas sampe rumah kok berasa tidak sebagus tadi sewaktu di coba di mall?. Nah itu karena packaging dan penampilan produknya di kemas sedemikian rupa agar menarik pembeli untuk minimal mampir di tokonya. Penataan produk yang menarik bisa menjadi sangat berpengaruh dalam tindakan impulsive buying loh. Bayangkan saja jika penataannya saja membuat kita lebih memilih melihatnya apalagi jika kemasan dan bentuknya juga menarik perhatian dan unik. Tak heran jika banyak produk lucu yang dijual di pasaran, meski fungsinya belum tentu kita butuhkan.

  • Sifat Dasar Seseorang/Kepribadian

Susah deh kalo kita punya sifat dasar seperti ini, Sifat ini cenderung mengutamakan keuntungan, lebih kepada pencitraan dirinya serta popularitas yang mereka tunjukkan dengan uang atau penampilan. Kepribadian semacam ini akan selalu menganggap mereka akan lebih baik jika memiliki materi yang lebih banyak pula. Maka hindarilah berbelanja secara ramai ramai, karena jika ini dilakukan, maka sifat materialisme akan mudah berkembang.

Kalau kita punya sifat dasar seperti ini, silahkan dicoba tips-tips diatas yang sudah saya tulis.

  • Strategi Iklan Oleh Suatu Brand/Produk

Nah ini yang paling gokil, sebetulnya tanpa disadari kita itu telah dibombardir oleh iklan-iklan komersial dalam kehidupan kita sehari-hari. Mereka para brand dan pemilik produk berusaha mencuri perhatian mata dan minat kita setiap saat. Mulai dari desaign yang menarik, harmonisasi warna yang sejuk dipandang hingga kata-kata manis pesuasifnya yang bikin kita diabetes. Contoh seperti Diskon, Tenggat waktu (harga spesial berperiode), potongan harga, bonus, buy one get one, dan masih banyak lagi strategi-strategi yang dimiliki para brand/pemilik produk

Jika artikel ini bermanfaat silahkan share ke keluarga dan teman teman kamu, bagi kamu yang ingin menyampaikan pendapat tentang tulisan ini silahkan tulis dikolom komentar yah teman, Terimakasih 🙂

Share Artikel Ini Kuy