Sejarah Dan Perkembangan JavaScript

Sejarah Dan Perkembangan JavaScript

Berawal dari fasilitas riset milik University of Illonois at Urbana – Champaign yang bernama NCSA (National Center Supercomputing Applications) AS. ditempat ini ada peneliti yang beserta mahasiswa-mahasiswanya membuat sebuah browser pada taun 1992, kemudian browser itu diberi nama Mosaic, Mosaic pada saat ini menjadi browser popular pertama yang dibuat berdasarkan spesifikasi/aturan dari www / w3c yang sudah dibentuk oleh Bapak Tim Berners-Lee.

Sumber Foto: www.vintageisthenewold.com

Mosaic menjadi browser populer pada saat itu, karena Mosaic pada saat itu sudah mendukung tag image. Jadi browser pada saat itu belum ada yang bisa menampilkan gambar secara inline di dalam html, pada saat itu gambar ditampilkan dihalaman yang berbeda.

Kenapa tidak ada browser yang bisa menampilkan gambar seperti Mosaic ini ? Karena spesifikasi/aturan dari Tim Berners-Lee pada saat itu tidak memperbolehkan nya. Jadi si Mosaic ini melanggar spesifikasi/aturan yang diberlakukan oleh Bapak Tim Berners-Lee. Tampilan halaman website pada saat itu murni html sederhana seperti gambar dibawah ini

sumber: http://info.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html

Setelah browser Mosaic ini meraih popularitas, akhirnya 2 orang peneliti yang membuat Mosaic ini beserta beberapa mahasiswanya membuat perusahaan sendiri yang diberi nama Netscape Communicator atau yang sekarang menjadi Mozila Firefox.

Kelahiran Browser Netscape Navigator

Logo Netscape Communicator. Sumber Foto: Wikipedia

Kemudian Netscape menciptakan browser Netscape Navigator, dan lagi-lagi mereka tidak memperdulikan spesifikasi/aturan dari si Bapak Tim Berners-Lee. selain tag image, sekarang mereka menambahkan tag blink dan tag formating, scripting, cookie, dan lain-lain. Setelah beberapa waktu, si Netscape ini membuat browser ini tambah keren lagi. jadi mereka ingin menambahkan interaktivitas pada browsernya, seperti pada saat user menekan tombol, user mengetik(input) dan lain-lain. oleh karena itu Netscape merekrut Bapak Brendan Eich, Brendan Eich ini adalah seorang ilmuan komputer yang hebat, jadi si Netscape ini meminta bantuan kepada Brendan Eich untuk membuatkan bahasa scripting yang seperti Java tetapi untuk web browser, bahasa pemograman Java pada saat itu memang sangat populer.

Bapak Branden Eich pembuat JavaScript dan Mozila Foundation. Sumber foto: wikipedia

Dan akhirnya si Pak Bendan Eich ini membuat bahasa baru yang menggabungkan bahasa java, sceme dan self kemudian diberi nama Mocha. Karena waktu yang mepet dengan harus dirilisnya Netscape Navigator Versi 2, maka Mocha ini dibuat hanya dengan waktu 10 hari. Jadi si Bapak Branden ini berhasil membuat bahasa baru dalam waktu 10 hari yang diberi nama Mocha untuk diterapkan di browser Netscape Navigator Versi 2.

Kemudian Mocha ini diubah namanya menjadi LiveScript, karena pada saat itu semua software-software yang ada di Netscape di depannya ada kata Live.

Akhirnya browser Netscape Navigator menjadi browser paling keren pada saat itu, semua orang menggunakannya dan menyukainya, sampai-sampai Netscape berambisi untuk mengalahkan perusahaan teknologi raksasa Microsoft. Dan akhirnya Netscape mengajak SUN Microsystems untuk mengalahkan Microsoft.

SUN Microsystems Menggandeng Java

Perusahaan SUN Microsystems. Sumber foto: http://blog.logomyway.com/

Nah si SUN ini mempunyai ide, bagaimana kalau kita memasukan java kedalam Netscape Navigator untuk menggantikan LiveScript, tetapi Netscape tidak setuju, karena LiveScript itu sudah teroptimasi untuk web browser. Jadi Akhirnya diputuskan nama LiveScript itu menjadi JavaScript supaya orang-orang mengira ini adalah Java untuk web browser. jadi sebenernya betul-betul adala untuk tujuan marketing, tetapi lisensi nama javascript dipegang oleh SUN, sampai sekarang pun lisensinya masih SUN yang pegang, dan sekarang SUN sudah di beli oleh Oracle maka lisensinya saat ini masih dipegang oleh Oracle.

Microsoft Mulai Panik

Melihat fenomena ini, Microsoft pun mulai panik, karena Microsoft sedang gencar-gencarnya mengembangkan Internet Explorer browser miliknya. Akhirnya Microsoft menyontek JavaScript sampai terciptalah saingan JavaScript yang diberi nama oleh Microsoft sendiri yaitu Jscript.

JavaScript Berbalik Panik

Akhirnya JavaScript berbalik panik, mengingat Microsoft adalah perusahan teknologi raksasa, takutnya si Jscript ini yang akan dijadikan standar. Kemudian JavaScipt mencari Standar ISO (International Standart Organizations) untuk mempatenkan JavaScript. kemudian datanglah si Netscape ini ke w3c karena w3c ini yang suka bikin standar. tetapi w3c menolak, tidak ada alasan jelas kenapa ditolak, mungkin kalau kalian ingat cerita di awal, salah satu petinggi w3c ini adalah si bapak Tim Berners Lee yang udah sebel banget sama si Netscape. Kemudian Netscape mencari lembaga lain untuk mematenkan si JavaScript ini, akhirnya bertemulah dengan ECMA yang mau membuatkan standar nya. akhirnya pada tahun 1996 JavaScript resmi di standar kan. kenapa harus di standarkan ? karena supaya browser-browser yang lain dapat menggunakannya. Tetapi namanya ngga boleh javascript karena lisensinya masih dipegang SUN, akhirnya namanya diganti dengan EcmaScript, bahkan si Branden Eich ini tidak suka dengan nama ini, katanya namanya seperti penyakit kulit. Maka dari itu searusnya kita menyebutnya EcmaScript bukan JavaScript. Tetapi orang-orang sudah terlanjur menyebutnya JavaScript. Sama saja seperti air mineral yang sering disebut dengan Aqua.

Perkembangan JavaScript

Perkembangan JavaScript setelah di standarkan pada taun 1997 dinamakan dengan EcmaScript Versi 1 atau ES1

pada tahun 1998 ES2

pada tahun 1999 setelah diupdate lagi ES3 launching dan bisa digunakan untuk bermacam-macam web browser, setela ini lama banget tidak ada perkembangan, akhirnya pada tahun 2005 munculah teknologi ajax, nah mulai dari sini JavaScript mulai pupolar lagi. jadi banyak teknologi baru yang dapat digunakan menggunakan JavaScript. Lalu pada tahun 2008 distandarkan ES4 yang di anggap gagal karena tidak ada ke kompakan diantara beberapa browser, yang akhirnya projecknya dibuat ulang dan namanya menjadi ES Harmony.

Lalu pada tahun 2009 distandarkanlah ES5, nah disini sudah banyak ditambahkan fitur-fitur baru, dan pada tahun 2009 pula muncul beberapa framework seperti JQuery dimana kita bisa menampilkan sebuah website yang interaktif

Kemudian pada tahun 2015 distandarkan ES6 dan di 2016 distandarkan ES7. dimana ini sudah ditambah fitur-fitur baru, seperti kalian kalau mendengar functional programming, Higher Order Function dan lain-lain, itu adalah salah satu fitur yang ada di ES6 dan ES7 sampai dengan saat ini.

Jadi tidak ada salahnya kalian sebelum belajar bahasa pemograman JavaScript membaca dulu sejarah dan perkembangannya. Disini ada tutorial JavaScript step-by-step silahkan kunjungi halaman lainnya. Terimakasih, Semoga bermanfaat.

Share Artikel Ini Kuy