lambang salib logo hut ri ke 75

Benarkah Ada Lambang SALIB Dalam Logo HUT RI Ke-75 ?

Kalo secara selera, jujur bukan seleraku, soalnya bukan indomie hehe… Logo HUT RI ke-73 masih tetep yang terfavorit secara visual, karena emang kebetulan seleraku cenderung ke bentuk-bentuk yang modern, maskulin,

Namun, kalo dilihat dari konsep… Wah! Tentu sangat gak bisa diremehkan. Setiap elemen ada maknanya, bahkan walau itu cuma garis pembentuk angka 75. Selain konsep, proses digitalisasi logonya pun gak main-main! Grid-nya bikin satisfied gituh

logo-hut-ri-ke-75
sumber foto: kemhan.go.id

Lihatlah betapa garis lurus dan garis lengkung yang tersusun secara rapih, menyatu dengan grid persegi maupun grid lingkaran. Aku cukup paham betapa sulitnya membuat konsep desain (apalagi branding), menuangkannya ke dalam bentuk sketsa, bahkan menggambarnya kembali dalam bentuk yang rapih di media digital. Rumit, dan waktunya gak singkat ya, bukan sehari-dua hari langsung selesai, apalagi beberapa jam. Bisa berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, atau di atas setahun, apalagi kalo pengen dapet konsep yang mateng, risetnya butuh usaha yang lebih.

Dari logo tersebut, bahkan bisa diturunkan menjadi motif yang bakal diterapkan di berbagai media untuk keperluan HUT RI loh.

logo-hut-ri-ke-75
sumber foto: kemhan.go.id

Terus, bersamaan dengan kemunculan desain se-kreatif ini, tersiar kabar bahwa logonya mengandung tanda salib. Oh, dan bahkan ada orang ‘berpengaruh’ yang menuntut untuk dicabut. iyaa coy dicabut!!!

Bahkan di berbagai media sosial banyak banget yang komentar dengan nada negatif yang isinya kurang lebih serupa. Sebagai desainer grafis abal-abal, geli bacanya aduh gemes, banyak banget yang pengen dilurusin dari tuduhan mereka semua itu. Jadi ingin mengeluarkan uneg-uneg dan wawasan di sini, semoga cukup mudah dipahami yaa. Jadi, gini loh :

Itu bukan logo

Yang mereka atau kalian kira mirip salib itu, sebutannya bukan logo ya, tapi supergraphic, atau dari bentuknya bisa juga disebut motif, pola, pattern, hiasan, atau ilustrasi. Apa tuh bedanya? Logo itu elemen utama, kalo supergraphic elemen tambahan/pendukung tapi masih berhubungan dengan logo secara bentuk atau konsep. Mungkin bisa dibilang logo itu bagaikan muka asli kita tanpa tambahan hiasan apa-apa, kalo supergraphic itu bagai make up yang biasa kita gunakan, karena make up kan biasanya menyesuaikan dengan bentuk muka.

logo-hut-ri-ke-75
sumber foto: kemhan.go.id

Lihat yang bener, jangan mengada-ada

Salib itu katanya terbentuk dari susunan pola itu kan? Nah, kalo pola itu dilihat secara utuh, diikuti berdasarkan bagian yang diisi sama pola, harusnya bukan membentuk salib. Lagian kenapa pola-pola yang masih nyambung di bagian kanan-kiri jadi gak dianggap ada gitu… Kemudian, penerapan pola ini juga fleksibel, gak mesti tegak, bisa juga menyamping kayak susunan gambar di atas. Di penjelasannya pun ada kok, “Untuk pengaplikasianya, supergraphic ini cukup flexible karena bersifat abstrak…” Kalian bisa lihat penjelasan lengkapnya pada link di bawah.

logo-hut-ri-ke-75
sumber foto: kemhan.go.id

Mirip bukan berarti sama

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, hanya karena suatu hal (kita anggap) mirip, bukan berarti sama ya. Apalagi kalo sampe mengarang-ngarang kayak poin di atas (yang dianggap ada cuma yang bisa membentuk salib, padahal di kanan-kiri masih ada pola yang menyatu). Kalo cocoklogi segampang itu mah, bisa banget dong semua hal kita tuduh yang enggak-enggak? Aduh jaring-jaring kubus kan salib banget tuh~ Sepeda motor juga kalau dilihat dari atas bentuk salib juga tuh~

loho ut ri ke 75
sumber foto: memecomic.id

Seberapa ambigu? 

Logo yang ambigu emang bisa aja terjadi, tapi tingkat keambiguannya cukup tinggi, dilihat sekilas langsung memberi persepsi tertentu ke banyak orang, sehingga memang pantas untuk diperbaiki. Contoh logo di bawah ini ambigu beneran, tanpa ada yang ‘arahin’ atau ngasih tanda pasti bakal beneran banyak banget yang ngeh, terutama untuk gender tertentu atau usia remaja ke atas. Sedangkan pola dari HUT RI ke-75 harus ada yang memberi tahu dulu, baru deh pada ngeh, itu pun maksa.

logo hut ri ke 75
sumber foto: hipwe.com

Banyak yang gak notice

Dari banyaknya komentar yang ku baca di media sosial, dari penjelasan temen-temen, bahkan dari pengalaman sendiri, kami sebenernya gak sadar kalo di situ ada bentuk yang bisa menyerupai salib, sampe akhirnya ada yang ngasih tau. Mungkin, kalo bukan karena ada yang menggiring orang-orang untuk notice keberadaan salib di pola itu, masalah kayak gini gak bakal terjadi. Duh, aku dan temen-temen yang profesinya emang desain grafis aja gak ngeh, padahal mata kami udah cukup terlatih melihat objek-objek unik tersembunyi 

Hindari bicara tanpa ilmu

Dari masalah ini, kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa berbicara tanpa ilmu itu bahaya banget. Lebih baik diam, atau kalo emang rasanya mendesak cari tahu ke sumber-sumber terpercaya dan tanya ke orang yang emang bidangnya. Allah gak suka kalo ada yang berbicara hanya berdasarkan prasangka, perkiraan, ilusi, apalagi khayalan. “Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al Hujurat: 12). Disebutkan juga dalam sebuah hadits “Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah pembicaraan yang paling bohong.” Sementara itu Al-‘Aufi berkata “Dan janganlah kamu menuduh seseorang yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” Ohiya, ini udah termasuk fitnah bukan sih? Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, kan?

BTW, kalian harus baca GSM-nya (Graphic Standard Manual), atau informasi panduan tentang logonya, di link berikut ini, menarik banget!

Panduan Logo HUT RI Ke – 75

Referensi:

kemhan.go.id

syahida.com/jangan-bicara-tanpa-ilmu

Share Artikel Ini Kuy