Pengertian Hadist

Pengertian dan Penjelasan Hadist

Banyak sekali hadits-hadits yang ada di dunia ini, namun perlu diketahui bahwa tidak semua hadits itu shahih. Untuk itulah kita perlu untuk mengetahui berbagai macam jenis-jenis hadits agar kita tidak tersesat dengan dalil-dalil dari hadits palsu.

Hadits sering sekali digunakan sebagai penguat dalil terhadap sesuatu yang masih belum jelas hukumnya. Pengertian dari hadits sendiri adalah

Sebuah sabda atau perkataan, perbuatan dan ketetapan serta persetujuan Rasulullah SAW yang digunakan sebagai landasan hukum Islam setelah Alquran.

Seperti kita ketahui bahwa sanad/isnad dan matan merupakan dua komponen utama dalam hadits.

Apakah itu Sanad?

Sanad adalah seseorang yang menuturkan hadits atau meriwayatkannya, atau mudahnya adalah orang yang menuturkan hadits atau periwayat hadits yang dimulai dari orang yang mencatat hadits tersebut hingga sampai ke Rasulullah. Contoh sanad: “Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu’bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: …”, sehingga sanad dalam hadits tersebut adalah Musaddad –> Yahya –> Syu’bah –> Qatadah –> Anas –> Nabi Muhammad.

Apakah itu Rawi ?

 yakni orang yang menyampaikan hadits. Adapun ciri-ciri ideal seorang rawi antara lain:

  • Bukan pendusta atau tidak dituduh sebagai pendusta
  • Tidak banyak salahnya, Teliti
  • Tidak fasik
  • Tidak dikenal sebagai orang yang ragu-ragu (peragu)
  • Bukan ahli bid’ah
  • Kuat ingatannya (hafalannya)
  • Tidak sering bertentangan dengan rawi-rawi yang kuat
  • Sekurangnya dikenal oleh dua orang ahli hadits pada jamannya.

Matan ialah redaksi hadits atau isi dari hadits. Sebagai contoh matan: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri.”

Jenis Hadits Berdasarkan Tingkat Keasliannya

Seperti yang sudah dikatakan diatas, bahwa dalam mengutip sebuah hadits tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena ada juga hadits-hadits yang tidak asli alias palsu. Tapi mirisnya ada banyak sekali hadits-hadits palsu tetapi sangat populer dikalangan masyarakat. Untuk mengertahui jenis hadits berdasarkan tingkat keasliannya, berikut adalah penjelasannya.

1. Hadits Shahih

Hadits shahih yaitu hadits yang sudah tidak diragukan lagi keasliannya, sehingga sudah pasti hadits tersebut asli selama tidak menyalahi syarat-syarat berikut:

Sanadnya bersambung (lihat Hadits Musnad di atas);

Diriwayatkan oleh para penutur/rawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.

Pada saat menerima hadits, masing-masing rawi telah cukup umur (baligh) dan beragama Islam.

Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (’illat).

2. Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, namun memiliki beberapa kelemahan yaitu pada rawi. Biasanya pada rawi terdapat rawi yang kurang baik ingatannya.

3. Hadits Dho’if

Hadits dho’if adalah hadits lemah dilihat dari sanadnya yang tidak bersambung, terdapat periwayat yang lemah ingatannya-bahkan pembohong, terdapat kejanggalan dalam matan-nya. Oleh karena itu, hadits-hadits yang dianggap dha’if tidak boleh dijadikan landasan untuk menetapkan sesuatu.

4. Hadits Maudhu’

Sedangkan hadits maudhu adalah hadits yang dicurigai sebagai hadits palsu. Adapun ciri-ciri hadits tersebut adalah: dalam sanadnya terdapat periwayat pembohong, matan-nya bertentangan dengan Al-Qur’an, bahasanya jelek, mengandung unsur dongeng yang tidak masuk akal.

Hadits ini haris ditolak salah satu contoh hadits tersebut adalah: “Laba – laba itu adalah setan yang dirubah bentuknya oleh Allah, maka bunuhlah binatang itu.”

Share Artikel Ini Kuy