jakarta

Ibukota Pindah!!! Bagaimana Nasib Jakarta ?

Joko Widodo selaku presiden RI memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Terus gimana nasib jakarta ?

Nah jadi jakarta bakal direncanakan menjadi kota pusat bisnis gaes. Seperti yang kita tau dalam sejarah, Jakarta berasal dari Batavia yang dibangun VOC sebagai kota pelabuhan untuk perdagangan dan perkebunan, yang kemudian dikembangkan menjadi pusat pemerintahan dari pemerintahan kolonial Belanda.

Dikutip dari kompas.com. yang dipindah ke ibu kota yang baru adalah pusat pemerintahan, yaitu :

  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Yudikatif

Jadi, di ibu kota yang baru, pusat pemerintahan akan diisi kementerian dan lembaga, MPR, DPR, DPD, kehakiman, kejaksaan, Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri, serta kedutaan besar dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Nah. Adapun lembaga yang tetap stay di Jakarta adalah yang berkaitan dengan jasa keuangan, perdagangan, dan industri. Misalnya, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Konsep ini ditiru dari best practice yang sudah dilakukan negara negara lain. Jadi pemerintah ingin mengembalikan fungsi asli Jakarta sebagai kota pelabuhan untuk perdagangan.

psbb

Kenapa Harus Pindah Ibu Kota ?

Tentu harus ada alasan kenapa Ibukota Negara kita pindah ke luar jawa. Dikutip dari beberapa sumber, ada 3 alasan yang berhasil di kutip. alasannya adalah :

Padatnya Penduduk Jakarta

Penduduk Jakarta sudah sangat padat, mencapai 10,2 juta jiwa—peringkat keempat kota dengan tingkat kepadatan penduduk di dunia.Penduduk Jakarta sudah sangat padat, mencapai 10,2 juta jiwa—peringkat keempat kota dengan tingkat kepadatan penduduk di dunia.

Kemacetan

Kemacetan di jakarta itu udah parah banget. Udah kronis banget. banyak kerugian ekonomi akibat kemacetan.
Data dari bapennas Pada 2013, nilai kerugian karena kemacetan mencapai Rp 56 triliun.

Lingkungan

Daya dukung lingkungan (Enviroment) Jakarta udah ngga memungkinkan. Terutama banjir. Sebab, banjir di Jakarta ngga hanya berasal dari hulu, tapi juga karena kemiringan muka tanah, terutama di utara Jakarta yang mencapai sekitar 7,5 sentimeter per tahun. akibat dari penggunaan air tanah yang berlebihan dan penduduk yang jumlahnya besar.

Share Artikel Ini Kuy