sikap-defensif

Sikap Defensif Hanya Akan Merugikan Diri Kamu Sendiri Di Kemudian Hari

BAYANGKAN sekenario berikut ini, kamu baru aja menyelesaikan tugas yang di delegasikan oleh pimpinan kamu, untuk menyelesaikan pekerjaan itu, kamu telah mengerahkan segenap tenaga dan pikiran. Bahkan kamu kurang tidur demi suksesnya tugas itu. Kamu merasa bangga dan berharap pimpinan kamu akan bangga kepada hasil kerja keras kamu. Kemudian pimpinan kamu pun memeriksa hasil kerja kamu. Tapi kenyataannya tidak seperti ekspektasi kamu, pimpinan kamu mengucapkan kalimat yang tidak simpatik atas pekerjaan kamu, “Bisa ngga mengerjakan ini dengan hasil yang lebih bagus dari pada ini?”. Pimpinan kamu tidak bangga atas hasil kerja keras kamu. Sebaliknya ia mengkritik keras hasil kerja keras kamu.

Semua Manusia Berkecenderungan Defensif

sumber foto: https://www.pexels.com/

Dari sekenario diatas, kamu mungkin akan sakit hati mendapat perlakuan yang kurang simpatik. Dan banyak dari manusia normal akan mendongkol, marah dan geram atas perlakuan yang dianggap tidak adil seperti ini. Biasanya perasaan seperti ini diikuti oleh keinginan kamu untuk membela diri. Inilah yang disebut sikap defensif. sikap defensif hanya akan merugikan diri kamu sendiri di kemudian hari. So hindari ya.

Gejala fisik yang menyertai sikap defensif kita biasanya adalah degup jantung yang lebih kencang, kepalan tangan, wajah berubah memerah dan tegang. Kita biasanya langsung sakit hati atas komentar yang miring. Reaksi selanjutnya biasanya kita akan mempertahankan diri atas pekerjaan dan perbuatan yang kita lakukan. Bahkan kita akan membalas mengkritik. Ngga jarang  petengkaran mulut bahkan sampai adu fisik pun terjadi. Maka memiliki sikap defensif itu membawa malapetaka, sikap defensif hanya akan memperkeruh situasi.

Strategi Ampuh Untuk Menghindari Sikap Defensif

sikap defensif
sumber foto: https://www.pexels.com/

Karena sikap defensif memiliki kecenderungan negatif, Kamu perlu menghindari sikap ini. Sebenarnya kita memiliki ruang antara stimulus dan respon. Ketika seseorang memiliki berkomentar negatif, manfaatkan ruangan kosong  antara stimulus dan respon kamu untuk berpikir.

bertanyalah kepada diri sendiri; “Apakah komentar tadi masuk akal? Apakah mengandung unsur kebenaran? Apa saya dapat manfaat dari komentar tadi?”. Jika ternyata kamu mendapati orang itu tidak objektif tentu tidak perlu untuk kamu risaukan kata-kata dan komentarnya.

Walaupun sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kamu perlu untuk mendengar dan mencermati komentar orang lain sebelum berubah menjadi defensif. Yakinlah dengan cara ini kamu engga akan terlalu mudah untuk bersikap defensif.

Beri Pujian

Memulai percakapan dengan pujian bisa membuat orang tidak menjadi defensif dan memungkinkan mereka untuk menjadi pendengar yang lebih baik dan terbuka. rangkailah kata-kata pujian itu menjadi kalimat yang baik jangan sampai pujian itu terkesan berlebihan

Setelah memulai dengan pujian, maka langkah selanjutnya adalah:

Mengakhiri percakapan dengan catatan positif

Mengakhiri percakapan dengan berterima kasih kepada seseorang yang defensif akan membuat sebuah percakapan menjadi lebih terbuka. Ucapan terima kasih akan membuat si pelaku defensif merasa lebih baik dan dapat memotivasi dirinya. Jika menghadapi orang yang defensif kita harus membantu mereka untuk lebih sportif.

Demikian beberapa penjelasan mengenai sikap defensif yang harus kita hindari. sekali lagi saya tekankan sikap defensif hanya akan merugikan diri kamu sendiri di kemudian hari Jika dalam kehidupan sehari-hari kita dipertemukan dengan orang yang bersikap defensif, Jangan menyerang cukup beri dia pujian dan beri apresiasi atas perbuatan baik apa yang sudah pernah dia lakukan.

Jika sekiranya artikel ini bermanfaat, silahkan share ke teman-teman kamu. jangan lupa untuk baca artikel lain di blog ini, mudah mudahan semua isi tulisannya dapat memberi inspirasi dikehidupan kamu.

Silahkan tulis di kolom komentar jika kamu ingin menyampaikan gagasan dan aspirasi kamu mengenai isi dari tulisan ini. Selamat membaca dan selamat beraktivitas CMIIW 🙂

Share Artikel Ini Kuy