fanatisme

Fanatisme Membawa Ketidakadilan Dalam Menilai !!!

Biasanya sih biasanya, orang kalo udah fanatik sama sesuatu, mau bener kek, mau salah kek, tetep aja bener di mata si fanatik. Mau rasional kek, mau irasional kek, tetep aja cintaah sama si fanatik

Liat deh para suporter bola. Tim nya mau menang kek, mau kalah kek tetep aja di bela. Karena apa ? Karena mereka cintaah.

Jangan sampe rasa suka atau tidak suka kita membuat kita tidak adil dalam menilai.

Kalo kita mau liat sejarah, dari dulu masyarakat Indonesia itu seperti rumput kering, mudah di goyang gampang dibakar. Dulu Belanda itu menjajah Indonesia ngga perlu bersusah payah. Cukup dengan mengadu domba antar suku dan kerajaan Kelar udah.

Jadi kebanyakan masyarakat Indonesia itu critical thinking nya itu ngga dipake. Asal percaya aja udah, males nyari tau dari mana sumber nya, dari mana asal usul nya.

Fanatisme Suporter Sepak Bola Indonesia
Foto : kompasiana.com

Kenapa Bisa Jadi Fanatik ?

Kita bisa jadi fanatik itu karena informasi-informasi yang mendominasi di pikiran kita sendiri.

Pikiran itu datangnya dari informasi. Kita banyak nelen film horor, pikiran kita pasti auto horor.Ngeliat apa apa pasti di sangkut pautkan sama horor. Gelas tiba tiba jatoh, “wah serem tuh”. Padahal mah bisa aja ke senggol atau apalah.

Nah lama lama fikiran itu akan melahirkan keyakinan. Dari keyakinan itu akan muncul suatu output (tindakan).

Dan tindakan yang terus menurus dilakukan itu akan menciptakan habbit (kebiasaan). Dari kebiasaan2 itulah akan tumbuh menjadi kepribadian seseorang.

Pendukung Fanatik Pilpres 2019

Debat Capres Pemilu 2019

Dalam kondisi media informasi saat ini. Otak kita ngga bisa menilai mana yang  benar mana yang salah. Mana yang curang dan mana yang ngga curang

Jadi penilaian kita sangat bergantung dari informasi apa yang paling mendominasi di otak kita (kalo otak kita di dominasi oleh informasi tentang si keburukan si A. Pasti kita bakal menilai si B lebih baik. Begitu juga sebaliknya.

Jangan sampe rasa suka atau tidak suka kita membuat kita tidak adil dalam menilai.

Share Artikel Ini Kuy