corona

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

  • Rapid test sebagai penyaring
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Baca Juga : Rapid Test Untuk Virus Corona


Penderita COVID-19 pun dapat mengalami badai sitokin, yang akan memperburuk kondisinya. Badai sitokin adalah keluarnya sitokin secara berlebihan dalam tubuh seseorang.

Sitokin merupakan protein yang berperan sebagai agen proinflamasi. Pada kondisi infeksi, protein ini akan diproduksi untuk melawan antigen.

Saat terjadi infeksi virus corona, tubuh akan mengeluarkan sitokin dalam jumlah banyak. Akibatnya, permeabilitas pembuluh darah akan meningkat. Kondisi ini menyebabkan cairan dan sel darah masuk ke alveolus (kantung udara di paru-paru) sehingga terjadi sesak napas berat.

Tak hanya itu, badai sitokin juga akan menyebabkan pembekuan darah yang dapat memicu munculnya covid toes dan disseminated intravascular coagulation (DIC).


Baca Juga : Hubungan Vitamin D Dengan Virus Corona


Share Artikel Ini Kuy